Oleh : | 21 Maret 2012 | Dibaca : 15916 Pengunjung
|
| Pendapatan Keluarga Minim, Anak Berpotensi Alami Autisme |
Jakarta, Psikologi Zone – anak autistik terjadi di keluarga Amerika Serikat dengan pendapatan kapita $ 17.763 per tahun. Jumlah pendapatan tersebut tergolong kecil bila dibandingkan rata-rata pendapatan per kapita Amerika Serikat sebesar $ 47.390 dolar, menurut Bank Dunia tahun 2010.
Laporan terbaru ini disampaikan oleh Pusat Penelitian Autisme di Rumah Sakit Anak Philadelphia. Kesenjangan paling besar disebabkan karena ibu yang tidak memiliki pekerjaan atau jam kerja yang terlalu sedikit.
“Kebutuhan anak autistik benar-benar banyak membutuhkan sejumlah layanan dan pasti ada biaya untuk itu,” kata David Mandell, direktur dari Pusat Penelitian Autisme di Rumah Sakit Anak Philadelphia, Senin (19/3).
“Kebanyakan orang tua terutama ibu, akan memilih meninggalkan pekerjaan dan memilih mengasuh anak mereka,” tambahnya.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, gangguan spektrum autisme berkisar dari ringan hingga parah, mempengaruhi sekitar satu dari 110 anak di Amerika Serikat.
Semakin banyaknya anak yang didiagnosis dengan gangguan ini, membuat pemerintah Amerika Serikat berjuang keras mengeluarkan dana untuk memberikan perawatan ekstra. Anak autistik di Amerika Serikat setidaknya membutuhkan biaya sebanyak $ 3.200.000 selama hidup mereka.
Mandell mengatakan bahwa sampai sekarang, dampak pada keluarga dalam hal pekerjaan dan pendapatan belum jelas pada anak autistik. Namun data menunjukkan, keluarga yang memiliki anak autistik memperoleh pendapatan kurang dari $ 17.763 per tahun.
Bila dibandingkan dengan Indonesia, pendapatan per kapita tahun 2010 sebesar $ 2.500 dolar. Bila keluarga Amerika Serikat dengan pendapatan $17,763 dolar anak berpotensi mengalami autisme, maka potensi di Indonesia terjadi pada keluarga dengan pendapatan kurang dari $937 dolar per tahun atau sekitar 700 ribu per bulan.
Di lain tempat, dra. Dyah Puspita, Psikolog Ahli Autisme di Yayasan Autisma Indonesia mengatakan, penyebab autisme tidak hanya satu faktor.
“Di seluruh dunia masih diteliti dan sampai sekarang kesimpulannya hanya satu yaitu multifaktorial, terlalu banyak penyebabnya,” tandasnya, Rabu (14/3).
Jumlah anak autistik di Indonesia semakin meningkat sejak 1994. Pada 2004, sudah tercatat sekitar 475 ribu anak autistik di Indonesia. Orangtua perlu waspada karena diperkirakan satu dari 150 bayi yang lahir berpotensi terkena autisme.
Penerimaan Negara Capai Rp 187 T, Paling Banyak dari Setoran Pajak
4413Berat dengan Kenaikan NJOP? Anda Bisa Ajukan Diskon Pajak
15686Biaya R&D Bisa Menjadi Pengurang Pajak
5273Satu Dekade Reformasi Pajak dan Dukungan Masyarakat
16229Kebijakan Pajak Tahun 2012
KEPALA BADAN
Putu Agus Muliawan,ST,M.A.P